Artikel · Mengenal China · Diperbarui

Dinasti Ming (明朝, 1368–1644) dan pelayaran Cheng Ho ke Indonesia

Dinasti Ming (明朝, 1368–1644): Kota Terlarang, tujuh pelayaran Cheng Ho 1405–1433, perang di Palembang, Majapahit, Sam Poo Kong, dan asal nama Mandarin Semarang.

Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Semarang, tempat singgah armada Cheng Ho
Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Semarang, tempat singgah armada Cheng Ho Foto: P. Hughes · CC BY 4.0 · Wikimedia Commons

Tips: klik kata Mandarin di artikel ini untuk lihat pinyin dan artinya.

Dinasti Ming (明朝, Míng cháo) memerintah China dari tahun 1368 sampai 1644. Bagi orang Indonesia, peristiwa terpentingnya adalah tujuh pelayaran Laksamana Cheng Ho (郑和, Zhèng Hé) antara 1405 dan 1433, yang singgah di Jawa dan Sumatra dan meninggalkan jejak sampai sekarang, dari Sam Poo Kong di Semarang sampai nama Mandarin kota Semarang sendiri.

Ini artikel keenam seri sejarah singkat China di HSK321. Saya, Laoshi Joanna, sengaja membuat bagian Cheng Ho lebih panjang, karena di kelas, ini cerita yang paling sering ditanyakan murid.

Baca dalam Mandarin ± HSK 3

Klik kata untuk lihat arti, klik ▶ untuk dengar kalimatnya.

  1. 明朝从1368年到1644年。

    Míng cháo cóng yāo sān liù bā nián dào yāo liù sì sì nián.

    Dinasti Ming berlangsung dari tahun 1368 sampai 1644.

  2. 郑和是明朝有名的航海家。

    Zhèng Hé shì Míng cháo yǒumíng de hánghǎijiā.

    Cheng Ho adalah pelaut terkenal dari Dinasti Ming.

  3. 他七次坐船去很远的地方。

    Tā qī cì zuò chuán qù hěn yuǎn de dìfang.

    Ia tujuh kali naik kapal ke tempat yang sangat jauh.

  4. 他的船到过爪哇和苏门答腊。

    Tā de chuán dào guo Zhǎowā hé Sūméndálà.

    Kapalnya pernah sampai ke Jawa dan Sumatra.

  5. 三宝垄的名字和郑和有关系。

    Sānbǎolóng de míngzi hé Zhèng Hé yǒu guānxi.

    Nama Mandarin Semarang ada hubungannya dengan Cheng Ho.

  6. 今天很多人去三保洞参观。

    Jīntiān hěn duō rén qù Sānbǎo Dòng cānguān.

    Sekarang banyak orang berkunjung ke Sam Poo Kong.

  7. 故宫也是明朝的时候建的。

    Gùgōng yě shì Míng cháo de shíhou jiàn de.

    Kota Terlarang juga dibangun pada masa Dinasti Ming.

Siapa yang mendirikan Dinasti Ming?

Dinasti Ming didirikan oleh Zhu Yuanzhang (朱元璋, Zhū Yuánzhāng) pada 1368, setelah ia menggulingkan Dinasti Yuan dari Mongol. Ibu kota pertamanya Nanjing. Pada 1421, Kaisar Yongle memindahkan ibu kota ke Beijing. Dinasti ini berakhir pada 1644, ketika pasukan pemberontak Li Zicheng masuk ke Beijing.

Warisan Ming yang paling mudah dilihat ada di Beijing. Menurut UNESCO, Kota Terlarang (紫禁城, Zǐjìnchéng) jadi pusat kekuasaan selama lebih dari lima abad, dari 1416 sampai 1911, dengan hampir 10.000 ruangan. Tembok Besar yang biasa difoto turis di dekat Beijing juga kebanyakan dibangun pada masa Ming.

Siapa sebenarnya Cheng Ho?

Menurut Kompas, nama aslinya Ma He. Ia lahir tahun 1371 di Kunyang, Yunnan, dari keluarga Muslim. Ia juga dikenal dengan nama Ma San Bao. Sejak kecil ia bekerja di lingkungan istana. Setelah Zhu Di naik takhta sebagai Kaisar Yongle, Ma He diberi nama baru: Zheng He, atau dalam ejaan Indonesia, Cheng Ho.

China Daily mencatat Cheng Ho memimpin tujuh pelayaran dari 1405 sampai 1433. Sebagian kapal harta karunnya panjangnya lebih dari 100 meter, dan armadanya diawaki sekitar 30.000 pelaut. Mereka sampai ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Timur. Pelayaran pertama dimulai 11 Juli 1405, dan tanggal itu sekarang diperingati di China sebagai Hari Maritim.

Menurut Kompas, armada pertamanya mencakup 62 kapal besar dan 225 kapal kecil. Di dalamnya ada prajurit, juru tulis, pembuat peta, tabib, ahli astronomi, dan ahli bahasa.

Apa yang terjadi saat Cheng Ho di Nusantara?

Kompas mencatat, pada pelayaran pertama armada Cheng Ho mengunjungi Jawa, Malaka, Aru, dan Samudera Pasai. Di Jawa, rombongannya tiba saat Majapahit sedang perang saudara antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabumi. Sekitar 170 anak buah Cheng Ho ikut terbunuh.

Cerita besar lainnya terjadi di Palembang. Masih menurut Kompas, pada 1407 armada Cheng Ho diserang bajak laut Chen Zuyi di Palembang. Armada Ming menang: sekitar 5.000 bajak laut tewas, 10 kapal dibakar, dan 7 kapal ditangkap. Chen Zuyi dihukum mati, dan armada tiba kembali di China pada 2 Oktober 1407.

Pelayaran ini juga meninggalkan catatan tertulis. Penerjemahnya, Ma Huan, seorang Muslim yang bisa bahasa Arab, menulis buku 瀛涯胜览 (Yíngyá Shènglǎn). Bab tentang Jawa menyebut kota-kota yang dilewati kapal: Tuban, Gresik, Surabaya, lalu Majapahit, tempat raja tinggal. Buku ini sampai sekarang dipakai sejarawan untuk mempelajari Jawa abad ke-15.

Kenapa nama Mandarin Semarang adalah 三宝垄?

Menurut Kompas, armada Cheng Ho berlabuh di Gedong Batu, Simongan, Semarang. Mereka beristirahat di sebuah gua batu sambil merawat juru mudi Wang Jing Hong yang sakit. Wang kemudian memilih menetap dan membuat patung untuk mengenang Cheng Ho. Gua itu runtuh pada 1704, lalu warga membangun kembali gua sekaligus kelenteng bernama Sam Poo Kong, dari nama Ma San Bao. Renovasi besar dilakukan pada 2002.

China Daily menambahkan, nama Mandarin kota Semarang, 三宝垄 (Sānbǎolóng), juga berasal dari nama San Bao. Pada Agustus 2023, umat di Sam Poo Kong menggelar kirab yang mengarak patung Cheng Ho untuk memperingati kedatangannya.

Jadi kalau Anda ke Semarang dan bertemu orang China, coba bilang: 我去过三宝垄。(Wǒ qù guo Sānbǎolóng.) Artinya, saya pernah ke Semarang.

Kenapa pelayaran besar ini berhenti?

Pelayaran terakhir selesai pada 1433, setelah Kaisar Yongle wafat dan digantikan kaisar berikutnya. Sesudah itu istana Ming tidak lagi mengirim armada sebesar itu. Tapi orang Tionghoa dari Fujian dan Guangdong tetap berlayar dan berdagang ke Nusantara sendiri, dan banyak yang menetap. Ceritanya ada di artikel kami tentang sejarah hubungan China dan Indonesia.

Kosakata Mandarin: yang perlu Anda hafal

Mandarin Pinyin Arti
明朝 Míng cháo Dinasti Ming
郑和 Zhèng Hé Cheng Ho
下西洋 xià Xīyáng berlayar ke Samudra Barat
船 chuán kapal
航海 hánghǎi pelayaran
三宝垄 Sānbǎolóng Semarang
爪哇 Zhǎowā Jawa
故宫 Gùgōng Kota Terlarang, Museum Istana

Artikel berikutnya di seri ini membahas Dinasti Qing, dinasti terakhir China. Sekarang coba baca versi Mandarin singkat di bawah. Kalimatnya setingkat HSK 3.

Sudah sampai HSK berapa? Tes level Mandarin gratis, sekitar 20 menit, hasilnya langsung keluar. Coba sekarang

Sumber

  1. Peace, partnership and prosperity: Zheng He's legacy remembered · China Daily · 17 Oktober 2023
  2. Kiprah Laksamana Cheng Ho, Pimpin Armada Agung hingga Bawa Agenda Tersembunyi · Kompas.com · 18 April 2021
  3. Jejak Cheng Ho di Kota Semarang · Kompas.com · 30 Mei 2023
  4. Sejarah Sam Poo Kong: Jejak Laksamana Cheng Ho di Semarang · Kompas.com · 11 Januari 2025
  5. Imperial Palaces of the Ming and Qing Dynasties in Beijing and Shenyang · UNESCO World Heritage Centre · diakses 2 Oktober 2026
  6. The Great Wall · UNESCO World Heritage Centre · diakses 2 Oktober 2026
  7. Ming Dynasty (1368 – 1644) · Encyclopedia of China (Berkshire) · 9 Januari 2018
  8. Ying-yai Sheng-lan: The Overall Survey of the Ocean's Shores · University of Washington · diakses 2 Oktober 2026

Artikel ini dibuat sesuai kebijakan redaksi HSK321: sumber resmi lebih dulu, diperiksa tim sebelum terbit. Ada yang salah? Laporkan.

Komentar

Komentar